Biru Mesir, juga dikenal sebagai kalsium tembaga silikat (CaCuSi4O10 atau CaOCuO (SiO2)4 (kalsium tembaga tetrasilat)) atau cuprorivaite, adalah pigmen yang digunakan di Mesir kuno selama ribuan tahun. Pigmen ini dianggap sebagai pigmen sintetis pertama. Dikenal oleh orang Romawi dengan nama caeruleum. Setelah era Romawi, warna biru Mesir tidak lagi digunakan dan, setelah itu, cara pembuatannya pun dilupakan, dan di zaman modern ini, para ilmuwan telah mampu menganalisis bahan kimianya dan merekonstruksi cara membuatnya. Kata Mesir kuno wꜣḏ menandakan biru, biru-hijau, dan hijau, penggunaan pertama kali yang tercatat untuk “biru Mesir” sebagai nama warna dalam bahasa Inggris adalah pada tahun 1809.